Cara Mendaftar Beasiswa Bidik Misi Tahun 2014 – Sahabat Sekalian, khususnya yang lagi mencari info seputar Beasiswa Bidik Misi 2014, ada kabar gembira, karena pendaftaran untuk calon penerima beasiswa bergensi ini, yakni beasiswa Bidik misi yang lagsung dari Kemendiknas RI, telah dibuka dan sistem pendaftaran onlinenya dibuka secara online. Beasiswa Bidik Misi adalah Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.
Tujuan Beasiswa Bidik Misi 2014
Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi;
Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik;
Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai dan tepat waktu; Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler;
Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetitif;
Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Alokasi Bidik Misi 2014
Pada 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan anggaran program beasiswa Bidik Misi bagi 60 ribu mahasiswa. “Pada awalnya, program Bidik Misi tahun 2010 hanya untuk 10 ribu mahasiswa. Sekarang setiap tahun untuk 60 ribu. Selama empat tahun ada 240 ribu mahasiswa skala penuh yang terbiayai. Jadi tidak berkurang, akan 60 ribu lagi (2014),” kata Mendikbud M Nuh seusai acara penyerahan beasiswa dari Tanoto Foundation kepada 230 mahasiswa di Jakarta, kemarin. Nuh mengungkapkan program beasiswa juga ada yang dari pihak kampus maupun swasta. Karena itu, ia yakin misi untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi tercapai. Menurut Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, sebesar 5% program Bidik Misi belum terserap karena adanya mahasiswa yang tidak mengambil dana tersebut. Mendikbud berpendapat agar program Bidik Misi dapat terserap baik, teknis pengelolaannya masih harus diperbaiki dan disempurnakan. Soal pinjaman untuk biaya pendidikan mahasiswa seperti diamanatkan UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Nuh mengaku hal itu tidak disiapkan Kemendikbud.
Persyaratan Calon Penerima
Persyaratan untuk mendaftar tahun 2014 adalah sebagai berikut:
Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2014;
Lulusan tahun 2013 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
Tidak mampu secara ekonomi sebagai berikut: a. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 per bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir. b. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya;
Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
Berpotensi akademik baik, yaitu direkomendasikan sekolah.
Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:
PTN dengan pilihan seleksi masuk:
Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN.
PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (satu) PTS.
Kuota Mahasiswa Baru
Alokasi kuota mahasiswa baru setiap tahun diusulkan oleh PTN untuk dinilai dan ditetapkan oleh Ditjen Dikti.
Penilaian pada butir (1) dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya dan/atau jumlah mahasiswa di PTN, jenis dan status akreditasi program studi serta pertimbangan lainnya.
Distribusi kuota di PTN meliputi seluruh program studi sesuai peminatan calon mahasiswa.
Hasil distribusi masing-masing program studi yang akan diterima melalui pola Seleksi Nasional atau Seleksi Mandiri ditetapkan oleh masing-masing PTN melalui Surat Keputusan Rektor/Direktur/Ketua dan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud,
Kuota untuk PTS termasuk penentuan program studi dilakukan oleh Ditjen Dikti bersama Kopertis Wilayah dengan kriteria khusus.
Gimana anda berminat mendapatkan beasiswa BidikMisi??? dan telah memenuhi persayaratan untuk mendaftar beasiswa Bidikmisi tahun 2014?. Dan kalo dah segala sesuatunya siap, buruan mendaftar online Disini.
Demikianlah artikel sederhana mengenai cara mendaftar beasiswa bidik misi tahun 2014, semoga artikel ini tentunya memberikan informasi yang bermanfaat.
Translate
Tampilkan postingan dengan label UNIVERSITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNIVERSITAS. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Februari 2014
Latar Belakang
Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi.
Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/MA/MAK menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di PTN.
Sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik diyakini selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter. Dengan demikian sekolah seharusnya melakukan kewajiban untuk mendorong dan mendukung siswanya dalam proses pendaftaran siswanya.
Tujuan
Tujuan SNMPTN adalah:
memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
mendapatkan calon mahasiswa baru terbaik melalui seleksi siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SMA/SMK/MA/MAK, termasuk Sekolah RI di luar negeri.
Ketentuan Umum
SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya.
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswanya.
Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.
Ketentuan Khusus
Persyaratan Sekolah
Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah:
SMA/SMK/MA/MAK negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI di luar negeri yang mempunyai NPSN.
Telah mengisi PDSS
Persyaratan Siswa Pelamar
Pendaftaran
Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir pada tahun 2014 yang:
mengikuti UN pada tahun 2013 atau 2014,
memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS,
memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 (sampai semester 7 bagi SMK/MAK Empat Tahun) yang telah diisikan pada PDSS.
Penerimaan
Lulus Ujian Nasional dan Satuan Pendidikan, lulus SNMPTN 2014, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.
Tata Cara Mengikuti SNMPTN
Tata cara mengikuti SNMPTN dilakukan melalui dua tahap, yaitu (1) pengisian PDSS oleh sekolah dan verifikasi oleh siswa, dan (2) pendaftaran.
Pengisian dan Verifikasi PDSS
Kepala Sekolah mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id.
Kepala Sekolah mendapatkan password setiap siswa yang akan digunakan oleh siswa untuk melakukan verifikasi.
Siswa melakukan verikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah dengan menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah.
Siswa yang tidak melaksanakan verifikasi maka data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir.
Pendaftaran
Siswa Pelamar, menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.
Siswa Pelamar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pas foto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan (jika ada). Siswa pelamar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang akan dipilih.
Pelamar program studi keolahragaan dan seni harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan yang diisi oleh Kepala Sekolah dan/atau siswa menggunakan pedoman yang dapat diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id.
Siswa pelamar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.
Sekolah dan/atau siswa pelamar yang mengalami kesulitan akses Internet, proses pengisian PDSS maupun pendaftaran dapat dilakukan di Plasa Telkom dan/atau Kantor Pos online di seluruh Indonesia.
Jadwal SNMPTN
Jadwal pelaksanaan SNMPTN adalah sebagai berikut:
Pengisian PDSS 6 Januari – 6 Maret 2014
dan selanjutnya diisikan secara berkala tiap akhir semester
Pendaftaran 17 Februari – 31 Maret 2014
Proses Seleksi 1 April – 26 Mei 2014
Pengumuman Hasil Seleksi 27 Mei 2014
Pendaftaran Ulang di PTN
masing-masing bagi yang lulus seleksi 17 Juni 2014
bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2014
Program Studi dan Jumlah Pilihan
Setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN. Apabila memilih 2 (dua) PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya, atau dari provinsi terdekat bila belum terdapat PTN pada provinsi asalnya. Apabila memilih satu PTN, maka PTN yang dipilih dapat berada di provinsi mana pun.
Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dengan ketentuan satu PTN maksimal 2 (dua) program studi.
Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan.
Siswa SMK/MAK hanya diijinkan memilih program studi yang relevan dan ditentukan oleh masing-masing PTN.
Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN tahun 2014 dapat dilihat pada laman http://www.snmptn.ac.id selama periode pendaftaran.
Biaya Seleksi
Biaya seleksi ditanggung Pemerintah, sehingga siswa pelamar tidak dikenai biaya seleksi.
Prinsip dan Mekanisme Seleksi
Prinsip Seleksi
Seleksi dilakukan berdasarkan prinsip:
mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas secara akademik dengan menggunakan nilai rapor, prestasi-prestasi akademik lainnya, dan hasil ujian nasional,
memperhitungkan rekam jejak kinerja sekolah,
menggunakan rambu-rambu kriteria seleksi nasional dan kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing PTN secara objektif, adil, dan akuntabel; sehingga daya tampung PTN tidak harus dipenuhi.
Mekanisme Seleksi
Seleksi dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:
Siswa pelamar diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi.
Siswa yang memilih dua PTN, apabila dinyatakan tidak lulus pada PTN pilihan pertama, maka akan diseleksi di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi dan ketersediaan daya tampung.
Sanksi Bagi Sekolah dan/atau Siswa yang Melakukan Kecurangan
Penerapan secara tegas bagi calon mahasiswa dan/atau sekolah yang melakukan kecurangan dengan sanksi sebagai berikut:
Sekolah yang melakukan kecurangan tidak diikutsertakan dalam SNMPTN tahun berikutnya
Siswa yang melakukan kecurangan pada tahun 2014 dibatalkan status kelulusan SNMPTN.
Laman Resmi dan Alamat Panitia Pelaksana
Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui http://halo.snmptn.ac.id, dan call center 08041450450.
Informasi juga dapat diperoleh dari humas Perguruan Tinggi Negeri terdekat.
Alamat Panitia SNMPTN 2014
Gedung Rektorat Unpad,
Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung 40135,
Telepon (022) 842 88842,
Faksimile (022) 842 88899
Lain-lain
Siswa pelamar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa Bidikmisi yang informasinya dapat diakses di laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
Perubahan ketentuan yang berkait an dengan pelaksanaan SNMPTN Tahun 2014 akan diinformasikan melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
Posted By:
allandia
Passing Grade SBMPTN 2014
Passing Grade SBMPTN
Passing grade SBMPTN 2014 adalah suatu ukuran standar (grade) yang didapat dari perhitungan sederhana terhadap hasil ujian SBMPTN / SNMPTN yang menggambarkan kira-kira seorang peserta SBMPTN (siswa yang ikut) dapat mencukupi dalam urutan peringkat kuota penerimaan jurusan yang dipilihnya tersebut. Secara umum, nilai passing grade tidak dapat ditentukan secara pasti karena bergantung pada kuota (daya tampung) dan banyaknya peminat pada pilihan tersebut pada tahun itu. Selain 2 faktor di atas, nilai suatu passing grade muncul dari nilai para pesaing yang memperebutkan jurusan tersebut. Oleh karena itu, maka nilai passing grade tersebut nilainya tiap tahun dapat berfluktuatif.
Passing grade merupakan salah satu hal yang bisa dijadikan patokan untuk seseorang dinyatakan lulus SBMPTN atau tidak. Nilai passing grade biasanya ditentukan berdasarkan nilai rata-rata dari hasil test pada tahun sebelumnya (nilai yang mengacu pada hasil test). Biasanya passing grade pada masing-masing LBB itu beda-beda, semakin Favorit PTN dan jurusan tersebut, maka passing gradenya semakin besar dan tentu persaingan untuk masuk juga akan berat. Nilai passing grade SNMPTN / SBMPTN bisa dijadikan acuan sebagai batas nilai minimum yang harus dicapai peserta SBMPTN untuk bisa masuk ke suatu jurusan yang diminati pada sebuah PTN. Passing grade tidak bisa dijadikan patokan mutlak diterima atau tidaknya seseorang masuk PTN.
Berikut adalah Daftar Passing Grade SBMPTN 2014
Data Passing grade SNMPTN untuk Kategori IPA dan IPS
Untuk memudahkan pencarian jurusan/universitas, gunakan kolom pencarian (Ctrl+f) lalu ketik nama jurusan / Universitas yang diinginkan.
Passing grade dibawah ini berdasarkan sistem persenan (%)
Passing Grade SBMPTN
I. INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)
Berikut data Passing Grade ITB :
JURUSAN IPA
STEI–65,7%
FTI–62,5%
FTTM–59,8%
FTMD–58,7%
FTSL–56,5%
SAPPK–55,2%
SF–54,4%
FITB–52,9%
STIH-Sains–49,3%
FMIPA–47,8%
STIH-Rekayasa–39,8%
II. UNIVERSITAS INDONESIA (UI)
Passing Grade SBMPTN UI JURUSAN IPA
Pendidikan Dokter – – UI (59,8%)
Teknik Elektro – – UI (58,6%)
Farmasi – – UI (58,4%)
Teknik Kimia/TGP – – UI (57,4%)
Teknik Industri – – UI (54%)
Ilmu Komputer – – UI (52,8%)
Teknik Mesin – UI (52%)
Pendidikan Dokter Gigi – UI (51,2%)
Teknik Metalurgi dan Material – UI (47,4%)
Arsitektur – UI (47,2%)
Passing Grade SBMPTN Jurusan IPS
Akuntansi – UI (63,9%)
Ilmu Hubungan Internasional – UI (63,1%)
Manajemen – UI (61%)
Psikologi – UI (60,6%)
Ilmu Komunikasi – UI (58,3%)
Ilmu Ekonomi – UI (56,4%)
Ilmu Hukum – UI (56,2%)
Sastra Inggris – UI (53,8%)
Ilmu Administrasi Niaga – UI (52,9%)
Sastra Perancis – UI (50,1%)
Kriminologi – UI (49,6%)
Ilmu Administrasi Negara – UI (49%)
Ilmu Politik – UI (47,8%)
Sastra Cina – UI (47,8%)
Sastra Rusia – UI (46,7%
Ilmu Administrasi Fiskal – UI (46,6%)
Ilmu Filsafat – UI (46,6%)
Sastra Jerman – UI (46,4%)
Ilmu Kesejahteraan Sosial – UI (44,9%)
Arkeologi – UI (44,7%)
Sastra Jepang – UI (50,3%)
Sosiologi – UI (44,5%)
Sastra Arab – UI (43,8%)
Ilmu Sejarah – UI (43,2%)
Antropologi Sosial – UI (42%)
III. UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)
Passing Grade UGM JURUSAN IPA
Pendidikan Dokter – UGM (59,3%)
Teknik Elektro – UGM (57,4%)
Ilmu Komputer – UGM (56,5%)
Teknik Kimia – UGM (54,8%)
Arsitektur – UGM (51,4%)
Teknik Mesin – UGM (51,4%)
Pendidikan Dokter Gigi – UGM (50%)
Biologi – UGM (47,2%)
Passing Grade SBMPTN Jurusan IPS
Akuntansi – UGM (62,1%)
Psikologi – UGM (58,7%)
Ilmu Hubungan Internasional – UGM (58,5%)
Manajemen – UGM (57,9%)
Ilmu Komunikasi – UGM (57,4%)
Sastra Inggris – UGM (56,6%)
Ilmu Ekonomi – UGM (55,6%)
Ilmu Hukum – UGM (54,1%)
Ilmu Administrasi Negara – UGM (50,5%)
Ilmu Pemerintahan – UGM (50,4%)
Sastra Jepang – UGM (50%)
Sastra Perancis – UGM (47,1%)
IV. INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
Passing Grade SBMPTN ITS JURUSAN IPA
1. Teknik Informatika – ITS (59,5%)
2. Teknik Elektro – ITS (57,7%)
3. Teknik kimia – ITS (56,6%)
4. Teknik Industri – ITS (53,8%)
5. Teknik Lingkungan – ITS (52,4%)
6. Teknik Mesin – ITS (51,5%)
7. Sistem Informasi – ITS (47,4%)
V. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)
Passing Grade SBMPTN UNAIR JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNAIR (58,6%)
2. Farmasi – UNAIR (53,8%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNAIR (57,5%)
2. Ilmu Komunikasi – UNAIR (57,4%)
3. Psikologi – UNAIR (56,4%)
4. Manajemen – UNAIR (56%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNAIR (51,1%)
6. Ilmu Hukum – UNAIR (50,7%)
7. Ilmu Administrasi Negara – UNAIR (48,5%)
8. Sastra Inggris – UNAIR (45,8%)
9. Ilmu Hubungan Internasional – UNAIR (47,9%)
VI. UNIVERSITAS PADJAJARAN (UNPAD)
Passing Grade UNPAD JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNPAD (58%)
2. Farmasi – UNPAD (51,5%)
3. Pendidikan Dokter Gigi – UNPAD (47,8%)
4. Psikologi – UNPAD (47,7%)
5. Statistika – UNPAD (47,2%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNPAD (61,2%)
2. Ilmu Komunikasi – UNPAD (59,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional – UNPAD (58,1%)
4. Manajemen – UNPAD (55,1%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNPAD (54,2%)
6. Ilmu Administrasi Niaga – UNPAD (52,2%)
7. Ilmu Hukum – UNPAD (51,4%)
8. Ilmu Administrasi Negara – UNPAD (47,4%)
9. Sastra Inggris – UNPAD (46%)
10. Ilmu Pemerintahan – UNPAD (43%)
VII. UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP)
Passing Grade Undip JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNDIP (57,5%)
2. Teknik Elektro – UNDIP (54,1%)
3. Teknik Industri – UNDIP (52,9%)
4. Arsitektur – UNDIP (49,2%)
5. Teknik Mesin – UNDIP (47,8%)
Passing Grade SBMPTN Undip JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNDIP (55,2%)
2. Ilmu Komunikasi – UNDIP (51,6%)
3. Manajemen – UNDIP (51,5%)
4. Ilmu Hukum – UNDIP (48,8%)
5. Ilmu Pemerintahan – UNDIP (48,3%)
6. Ekonomi Pembangunan – UNDIP (44%)
7. Ilmu Administrasi Niaga – UNDIP (43%)
VIII. UNIVERSITAS SRIWIJAYA (UNSRI)
JURUSAN IPA
Pendidikan Dokter – UNSRI (56,5%)
Teknik Informatika – UNSRI (52,2%)
Pendidikan Dokter Gigi – UNSRI (50,1%)
JURUSAN IPS
Akuntansi – UNSRI (53,7%)
Ilmu Hukum – UNSRI (50,7%)
3. Pend. B. Inggris – UNSRI (50,2%)
Passing Grade SBMPTN
IX. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UB (55,1%)
2. Teknik Elektro – UB (52,9%)
3. Arsitektur – UB (47,1%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UB (57,3%)
2. Manajemen – UB (54,5%)
3. Ilmu Administrasi Publik – UB (49,3%)
4. Ilmu Hukum – UB (48,3%)
5. Ilmu Administrasi Bisinis – UB (44,7%)
6. Ekonomi Pembangunan – UB (43,1%)
7. Sastra Inggris – UB (42,3%)
X. UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU)
JURUSAN IPA
Pendidikan Dokter – USU (55,1%)
Farmasi – USU (53,2%)
Pendidikan Dokter Gigi – USU (50,3%)
JURUSAN IPS
1Manajemen – USU (53,1%)
Ekonomi Pembangunan – USU (52,5%)
Ilmu Hukum – USU (51,2%)
Sastra Inggris – USU (50,6%)
Akuntansi – USU (50,5%)
Ilmu Administrasi Negara – USU (50,2%)
XI. UNIVERSITAS ANDALAS
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNAND (54,6%)
2. Farmasi – UNAND (51,4%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNAND (53,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional – UNAND (52,2%)
3. Manajemen – UNAND (50,4%)
XII. UNIVERSITAS HASANUDIN (UNHAS)
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNHAS (55,7%)
2. Farmasi – UNHAS (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi – UNHAS (50,6%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNHAS (52,6%)
2. Manajemen – UNHAS (52,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional – UNHAS (51%)
4. Sastra Inggris – UNHAS (50,6%)
5. Ilmu Pemerintahan – UNHAS (50,2%)
6. Ilmu Hukum – UNHAS (50%)
XIII. UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNUD (52,5%)
JURUSAN IPS
1. Manajemen – UNUD (48,2%)
2. Akuntansi – UNUD (45,9%)
XIV. UNIVERSITAS 11 MARET SOLO
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNS (57,2%)
2. Farmasi – UNS (56,4%)
JURUSAN IPS
1. Manajemen – UNS (54,9%)
2. Manajemen – Univ. 11 Maret Solo (53,9%)
3. Akuntansi – Univ. 11 Maret Solo (54,9%)
4. Desain Komunikasi Visual – Univ. 11 Maret Solo (55,7%)
5. Ilmu Administrasi Negara – Univ. 11 Maret Solo (53,5%)
XV. UNIVERSITAS LAMPUNG (UNILA)
JURUSAN IPS
1. Ilmu Komunikasi – UNILA (47,7%)
2. Ekonomi Pembangunan – UNILA (46,1%)
3. Ilmu Administrasi Niaga – UNILA (42,6%)
XVI. INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)
JURUSAN IPA
1.Ilmu Gizi – IPB (56,3%)
2.Teknologi Industri Pertanian-IPB (56,3 %)
3.Agribisnis – IPB (54,2%)
4.Ilmu Komputer – IPB (53,2%)
5.Teknologi Pangan – IPB (52,8%)
6.Manajemen – IPB (50,1%)
PASSING GRADE (DIBAWAH 50%) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA.
INSTITUTE TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
JURUSAN IPA
1. Arsitektur – ITS (42.77%)
2. Biologi – ITS – (31.5%)
3. Desain Produk Industri – ITS (33.22%)
4. Fisika – ITS (35.69%)
5. Kimia – ITS (34.16%)
6. Matematika – ITS (36.11%)
7. Statistika – ITS (38.91%)
8. Teknik Elektro – ITS (49.13%)
9. Teknik Fisika – ITS (40.19%)
10. Teknik Geodesi – ITS (38.16%)
11. Teknik Industri – ITS (48.22%)
12. Teknik Informatika – ITS (49.94%)
13. Teknik Kelautan – ITS (42.47%)
14. Teknik Kimia – ITS (48.80%)
15. Teknik Lingkungan – ITS (39%)
16. Teknik Material – ITS (35.16%)
17. Teknik Mesin – ITS (44.27%)
18. Teknik Perkapalan – ITS (47.36%)
19. Teknik Sipil – ITS (45.33%)
20. Teknik Sistem Perkapalan – ITS (43.47%)
II. UNIVERSITAS AIRLANGGA
JURUSAN IPA
1. Biologi – UNAIR (31.80%)
3. Fisika – UNAIR (32.22%)
4. Kedokteran Hewan – UNAIR (36.25%)
5. Kesehatan Masyarakat – UNAIR (35.69%)
6. Kimia – UNAIR (32.30%)
7. Matematika – UNAIR (33.66%)
8. Pendidikan DokteR (Gigi – UNAIR (49%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNAIR (32.28%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNAIR (46.81%)
3. Ekonomi Manajemen – UNAIR (44.40%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNAIR (42.87%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNAIR (40.31%)
6. Ilmu Hubungan Internasional – UNAIR (43.21%)
7. Ilmu Hukum – UNAIR (39.5%)
8. Ilmu Komunikasi – UNAIR (41.75%)
9. Ilmu Politik – UNAIR (34.75%)
10. Ilmu Sejarah – UNAIR (31.71%)
11. Psikologi – UNAIR (39.62%)
12. Sastra Indonesia – UNAIR (31.03%)
13. Sastra Inggris – UNAIR (31.18%)
14. Sosiologi – UNAIR (32.12%)
III. UNIVERSITAS HASSANUDIN
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNHAS (29.02%)
2. Arsitektur – UNHAS (39.16%)
3. Biologi – UNHAS (28.77%)
4. Budi Daya Perairan – UNHAS (28.30%)
6. Fisika – UNHAS (29.16%)
7. Geofisika (Meteorologi) – UNHAS (36.66%)
8. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNHAS (26.66%)
9. Ilmu Kelautan – UNHAS (33.83%)
10. Ilmu Tanah – UNHAS (29.16%)
11. Kesehatan Masyarakat – UNHAS (28.47%)
12. Kimia – UNHAS (27.77%)
13. Manajemen Hutan – UNHAS (28.05%)
14. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNHAS (27.36%)
15. Matematika – UNHAS (29.16%)
16. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNHAS (28.88%)
17. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNHAS (23.88%)
20. Produksi Ternak – UNHAS (27.36%)
21. Sastra Arab – UNHAS (24.53%)
22. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNHAS (28.05%)
23. Sosial Ekonomi Peternakan – UNHAS (24.16%)
24. Statistika – UNHAS (33.38%)
25. Teknik Elektro – UNHAS (39.16%)
26. Teknik Geologi – UNHAS (34.52%)
27. Teknik Mesin – UNHAS (35.55%)
28. Teknik Perkapalan – UNHAS (39.86%)
29. Teknik Pertanian – UNHAS (31.33%)
30. Teknik Sipil – UNHAS (35.55%)
31. Teknologi Hasil Hutan – UNHAS (27.96%)
32. Teknologi Hasil Pertanian – UNHAS (34.44%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNHAS (30.31%)
2. Arkeologi – UNHAS (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNHAS (43.75%)
4. Ekonomi Manajemen – UNHAS (41.18%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNHAS (35.78%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNHAS (38.75%)
7. Ilmu Hubungan Internasional – UNHAS (38.90%)
8. Ilmu Hukum – UNHAS (33.75%)
9. Ilmu Komunikasi – UNHAS (33.15%)
10. Ilmu Pemerintahan – UNHAS (33.90%)
11. Ilmu Politik – UNHAS (29.75%)
12. Ilmu Sejarah – UNHAS (28.59%)
13. Sastra Daerah – Untuk Sast.Bugis (Makasar) – UNHAS (23.90%)
14. Sastra Indonesia – UNHAS (27.18%)
15. Sastra Inggris – UNHAS (29.34%)
16. Sastra Perancis – UNHAS (28.62%)
17. Sosiologi – UNHAS (30.09%)
sbmptn
IV. UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN IPA
1. Arsitektur – UNUD (36.52%)
2. Biologi – UNUD (28.05%)
3. Fisika – UNUD (28.5%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNUD (26.38%)
5. Kedokteran Hewan – UNUD (32.02%)
6. Kimia – UNUD (27.66%)
7. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNUD (26.52%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNUD (26.38%)
10. Produksi Ternak – UNUD (27.5%)
11. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNUD (27.36%)
12. Teknik Elektro – UNUD (39.16%)
13. Teknik Mesin – UNUD (35.36%)
14. Teknik Sipil – UNUD (33.66%)
15. Teknologi Hasil Pertanian – UNUD (29.30%)
JURUSAN IPS
1. Agronomi – UNUD (27.36%)
2. Arkeologi – UNUD (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNUD (37.18%)
4. Ekonomi Manajemen – UNUD (39.37%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNUD (37.03%)
6. Ilmu Hukum – UNUD (31.09%)
7. Ilmu Sejarah – UNUD (20.31%)
8. Ilmu Tanah – UNUD (27.63%)
9. Pariwisata Budaya D4 – UNUD (26.87%)
10. Sastra Daerah – Untuk Sastra Bali – UNUD (23.59%)
11. Sastra Daerah – Untuk Sastra Jawa – UNUD (22.81%)
12. Sastra Indonesia – UNUD (26.87%)
13. Sastra Inggris – UNUD (28.75%)
14. Seni Rupa Murni – UNUD (26.34%)
V. UNIVERSITAS MULAWARMAN
JURUSAN IPA
1. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNMUL (23.47%)
2. Ilmu Tanah – UNMUL (28.61%)
3. Manajemen Hutan – UNMUL (23.22%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNMUL (22.08%)
5. Pend. Biologi – UNMUL (25.41%)
6. Pend. Fisika – UNMUL (25.27%)
7. Pend. Kimia – UNMUL (24.72%)
8. Pend. Matematika – UNMUL (23.88%)
9. SosiaL Ekonomi Perikanan – UNMUL (21.66%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNMUL (28.88%)
11. Teknologi Hasil Hutan – UNMUL (26.38%)
JURUSAN IPS
1. Agronomi – UNMUL (22.08%)
2. Budi Daya Perairan – UNMUL (26.36%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNMUL (35.15%)
4. Ekonomi Manajemen – UNMUL (36.87%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNMUL (35.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNMUL (31.56%)
7. Ilmu Pemerintahan – UNMUL (34.06%)
8. Ilmu Sosiatri – UNMUL (25.59%)
9. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNMUL (25.62%)
10. Pend. Bhs. Inggris – UNMUL (29.53%)
11. Pend. Ekonomi – UNMUL (24.53%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNMUL (24.84%)
VI. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
JURUSAN IPA
1. Biologi – UNNESA (30.25%)
2. fisika – UNNESA (30.58%)
3. Ilmi Keolahragaan – UNNESA (29.64%)
4. Kimia – UNNESA (30.58%)
5. Matematika – UNNESA (30.68%)
6. Pend. Biologi – UNNESA (28.05%)
7. Pend. Fisika – UNNESA (27.01%)
8. Pend. Teknik Bangunan – UNNESA (28%)
9. Pend. Teknik Elektro – UNNESA (30.63%)
10. Pend. Teknik Mesin – UNNESA (30.15%)
11. Teknik Elektro D3 – UNNESA (28%)
12. Teknik Mesin D3 – UNNESA (29.62%)
13. Teknik Sipil D3 – UNNESA (27.62%)
14. Pend. Kimia – UNNESA (27.69%)
15. Pend. Matematika – UNNESA (27.72%)
JURUSAN IPS
1. Bahasa dan Sastra Indonesia – UNNESA (29.41%)
2. Bahasa dan Sastra Inggris – UNNESA (29.41%)
3. Bimbingan dan Konseling – UNNESA (25.75%)
4. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNNESA (28.66%)
5. Pend. Bhs. Inggris – UNNESA (31.97%)
6. Pend. Bhs. Jepang – UNNESA (29.03%)
7. Pend. Bhs. Jerman – UNNESA (29.44%)
8. Pend. Ekonomi – UNNESA (29.06%)
9. Pend. Geografi – UNNESA (30.43%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNNESA (28.19%)
11. Pend. Kepelatihan Olahraga – UNNESA (28.63%)
12. Pend. Kesejahteraan Keluarga – UNNESA (27.63%)
13. Pend. Luar Biasa – UNNESA (27.41%)
14. Pend. Luar Sekolah – UNNESA (27.63%)
15. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNNESA (29.44%)
16. Pend. Sejarah – UNNESA (29.34%)
17. Pend. Seni Drama, Tari dan Musik – UNNESA (28.97%)
18. Pend. Seni Rupa – UNNESA (28.41%)
19. Teknologi Pendidikan – UNNESA (28.69%)
VII. UNIVERSITAS NUSA CENDANA
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNDANA (21.64%)
2. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNDANA (22.47%)
3. Ilmu Tanah – UNDANA (25.36%)
4. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNDANA (22.05%)
5. Pend. Biologi – UNDANA (22.77%)
6. Pend. Fisika D3 – UNDANA (20.80%)
7. Pend. Kimia – UNDANA (22.5%)
8. Pend. Matematika – UNDANA (25.27%)
9. Pend. Teknik Bangunan – UNDANA (24%)
10. Pend. Teknik Elektro – UNDANA (26.25%)
11. Pend. Teknik Mesin – UNDANA (29.15%)
12. Produksi Ternak – UNDANA (20.55%)
13. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNDANA (23.33%)
VII. UNIVERSITAS CENDRAWASIH
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNCEN (22.08%)
2. Budi Daya Hutan – UNCEN (26.38%)
3. Pend. Biologi – UNCEN (22.77%)
4. Pend. Fisika – UNCEN (21.80%)
5. Pend. Kimia – UNCEN (22.5%)
6. Pend. Matematika – UNCEN (25.27%)
7. Produksi Ternak – UNCEN (27.77%)
8. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNCEN (22.08%)
9. Teknik Sipil – UNCEN (31.66%)
10. Teknik Sipil D3 – UNCEN (29.41%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNCEN (27.03%)
2. Bimbingan dan Konseling – UNCEN (23.91%)
3. Ekonomi Manajemen – UNCEN (35.62%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNCEN (33.75%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNCEN (30.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNCEN (26.34%)
7. Ilmu Administrasi Niaga – UNCEN (27.75%)
8. Ilmu Hukum – UNCEN (32.03%)
9. Ilmu Hukum – UNCEN (27.43%)
10. Ilmu Kesejahteraan Sosial – UNCEN (30.51%)
11. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNCEN (23.28%)
12. Pend. Bhs. Inggris – UNCEN (27.96%)
13. Pend. Bhs. Inggris – UNCEN (29.15%)
14. Pend. Ekonomi – UNCEN (24.84%)
15. Pend. Geografi – UNCEN (24.53%)
16. Pend. Geografi – UNCEN (24.53%)
17. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNCEN (23.28%)
18. Pend. Pancasila & Kewarganegaraa (PPKN) – UNCEN (24.84%)
19. Pend. Sejarah – UNCEN (25.46%)
20. Pend. Sejarah – UNCEN (26.71%)
21. Sosiologi – UNCEN (28.59%)
VIII. UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNLAN (27.36%)
2. Arsitektur – UNLAN (32.36%)
3. Budi Daya Hutan – UNLAN (27.36%)
4. Budi Daya Perairan – UNLAN (25.36%)
5. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNLAN (26.52%)
6. Ilmu Tanah – UNLAN (28.75%)
7. Manajemen Hutan – UNLAN (23.5%)
8. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNLAN (23.88%)
9. Pend. Biologi – UNLAN (26.66%)
10. Pend. Kimia – UNLAN (23.47%)
11. Pend. Matematika – UNLAN (25.55%)
12. Pendidikan Dokter – UNLAN (36.80%)
13. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNLAN (23.88%)
14. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNLAN (27.5%)
15. Teknik Sipil – UNLAN (31.76%)
16. Teknologi Hasil Hutan – UNLAN (27.16%)
17. Teknologi Hasil Perikanan – UNLAN (25.25%)
JURUSAN IPS
1. Ekonomi Akuntansi – UNLAN (38.43%)
2. Ekonomi Manajemen – UNLAN (37.65%)
3. Ekonomi Pembangunan – UNLAN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara – UNLAN (28.75%)
5. Ilmu Administrasi Niaga – UNLAN (28.75%)
6. Ilmu Hukum – UNLAN (29.21%)
7. Ilmu Pemerintahan – UNLAN (33.59%)
8. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNLAM (25.93%)
9. Pend. Bhs. Inggris – UNLAN (29.15%)
10. Pend. Ekonomi – UNLAN (25.78%)
11. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNLAN (23.28%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNLAN (24.84%)
13. Pend. Sejarah – UNLAN (26.71%)
IX. UNIVERSITAS HALUOLEO
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNHALU (20.54%)
2. Budi Daya Perairan – UNHALU (23.19%)
3. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNHALU (21.47%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNHALU (21.05%)
5. Pend. Biologi – UNHALU (21.77%)
6. Pend. Fisika – UNHALU (21.80%)
7. Pend. Kimia – UNHALU (22.5%)
8. Pend. Matematika – UNHALU (23.88%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNHALU (22.38%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNHALU (22.08%)
11. Teknik Elektro D3 – UNHALU (26%)
12. Teknik Mesin D3 – UNHALU (28.62%)
13. Teknik Sipil D3 – UNHALU (26.62%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNHALU (25.71%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNHALU (33.15%)
3. Ekonomi Manajemen – UNHALU (32.53%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNHALU (31.03%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNHALU (25.34%)
6. Ilmu Komunikasi – UNHALU (32.21%)
7. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNHALU (23.28%)
8. Pend. Bhs. Inggris – UNHALU (27.96%)
9. Pend. Ekonomi – UNHALU (23.84%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNHALU (23.28%)
11. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNHALU (23.84%)
12. Pend. Sejarah – UNHALU (24.46%)
13. Psikologi Pendidikan – UNHALU (?)
14. Sosiologi – UNHALU (27.59%)
X. UNIVERSITAS SAM RATULANGI
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNSRAT (27.5%)
2. Arsitektur – UNSRAT (32.36%)
3. Budi Daya Perairan – UNSRAT (24.36%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNSRAT (26.52%)
5. Ilmu Kelautan – UNSRAT (31.30%)
6. Ilmu Tanah – UNSRAT (27.5%)
7. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNSRAT (23.05%)
8. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNSRAT (27.5%)
9. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNSRAT (23.75%)
10. Pendidikan Dokter – UNSRAT (37.80%)
11. Produksi Ternak – UNSRAT (23.88%)
12. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNSRAT (27.5%)
13. Sosial Ekonomi Peternakan – UNSRAT (24.72%)
14. Teknik Elektro – UNSRAT (39.02%)
15. Teknik Mesin – UNSRAT (33.33%)
16. Teknik Pertanian – UNSRAT (28.61%)
17. Teknik Sipil – UNSRAT (32.66%)
18. Teknologi Hasil Perikanan – UNSRAT (24.25%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNSRAT (26.71%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNSRAT (37.5%)
3. Ekonomi Manajemen – UNSRAT (37.65%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNSRAT (34.53%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNSRAT (30.31%)
6. Ilmu Administrasi Niaga – UNSRAT (29.53%)
7. Ilmu Hukum – UNSRAT (33.59%)
8. Ilmu Komunikasi – UNSRAT (33.15%)
9. Ilmu Pemerintahan – UNSRAT (34.06%)
10. Ilmu Politik – UNSRAT (27.40%)
11. Ilmu Sejarah – UNSRAT (27.03%)
12. Sastra Indonesia – UNSRAT (25.62%)
13. Sastra Jepang – UNSRAT (27.66%)
14. Sastra Jerman – UNSRAT (27.53%)
15. Sosiologi – UNSRAT (29.21%)
XI. INSTITUT PERTANIAN BOGOR
JURUSAN IPA
Agronomi dan hortikultura (49,8 %)
Arsitektur lansekap (38,6%)
Biokimia (42,7%)
Biologi (44,3%)
Ekonomi sumberdaya dan lingkungan (36,4%)
Ilmu dan teknologi kelautan (36 %)
Kimia (33,1%)
Komunikasi dan pengembangan masyarakat (30,2%)
Konservasi sumberdayahutan& ekowisata (32,3%)
Manajemen hutan (29,3 %)
Statistika (48 %)
Teknik mesin dan biosistem (35,2%)
Teknologi hasil hutan (39,5%)
Nutrisi dan teknologi pakan (38,3%)
Teknologi produksi ternak (32,2%)
Teknik sipil dan lingkungan (32,7%)
Teknologi & manajemen perikanan budidaya (33,1%)
Ekonomi dan studi pembangunan (31,1%)
Ekonomi syariah (30,5%)
Manajemen sumberdaya lahan (33,4%)
Proteksi tanaman (32,7%)
Manajemen sumberdaya perairan (35,3%)
Teknologi hasil perairan (36,3%)
Teknologi & manajemen perikanan tangkap (33,3%)
Silvikultur (32,2%)
Meteorologi terapan (31,6%)
Matematika (44,7%)
Fisika (38,2%)
Ilmu keluarga dan konsumen (31,3%)
XII.UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
JURUSAN IPA
PENDIDIKAN MATEMATIKA – UPI (48,5%)
PENDIDIKAN FISIKA– UPI (39,2%)
PENDIDIKAN BIOLOGI– UPI (42,5%)
PENDIDIKAN KIMIA– UPI (41,3%)
PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER– UPI (46,7%)
MATEMATIKA– UPI (33,4%)
FISIKA– UPI (35,5%)
BIOLOGI– UPI (32,4%)
KIMIA– UPI (33,2%)
ILMU KOMPUTER– UPI (42,3%)
PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKT– UPI (32,5%)UR
PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN– UPI (31,4%)
PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO– UPI (30,1%)
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN– UPI (33,2%)
TEKNIK ELEKTRO– UPI (29,5%)
PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGRO INDUSTRI – UPI (30,1%)
TEKNIK SIPIL– UPI (29,1%)
INTERNATIONAL PROGRAM ON SCIENCE OF EDUCATION (IPSE) – UPI (31,3%)
TEKNIK ARSITEKTUR– UPI (31,2%)
JURUSAN IPS
ADMINISTRASI PENDIDIKAN – UPI (33,3%)
BIMBINGAN DAN KONSELING – UPI (40,2%)
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH – UPI (33,4%)
PENDIDIKAN LUAR BIASA – UPI (30,1%)
TEKNOLOGI PENDIDIKAN – UPI (32,3%)
PSIKOLOGI – UPI (38,7%)
PKN– UPI (31,2%)
PENDIDIKAN SEJARAH– UPI (30,3%)
PENDIDIKAN GEOGRAFI – UPI (34,3%)
ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM – UPI (32,5%)
MANAJEMEN RESORT DAN LEISURE – UPI (30,2%)
MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA – UPI (30,4%)
MANAJEMEN INDUSTRI KATERING – UPI (31,7%)
PENDIDIKAN BHS.DAN SASTRA INDONESIA – UPI (37,4%)
PENDIDIKAN BAHASA DAERAH – UPI (36,3%)
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS – UPI (40,8%)
PENDIDIKAN BAHASA ARAB– UPI (35,3%)
PENDIDIKAN BAHASA JEPANG – UPI (35,5%)
PENDIDIKAN BAHASA JERMAN – UPI (32,4%)
PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS– UPI (33,2%)
BAHASA DAN SASTRA INGGRIS– UPI (38,3%)
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA – UPI (35,3%)
PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA– UPI (29,3%)
PENDIDIKAN TATA BOGA – UPI (28,2%)
PENDIDIKAN TATA BUSANA– UPI (30,3%)
PENDIDIKAN AKUNTANSI – UPI (36,8%)
PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS– UPI (36,2%)
PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN – UPI (34,9%)
PENDIDIKAN EKONOMI – UPI (38,3%)
MANAJEMEN – UPI (42,3%)
AKUNTANSI – UPI (40,6%)
PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI– UPI (32,3%)
PENDIDIKAN IPS– UPI (36,3%)
PENDIDIKAN SOSIOLOGI– UPI (34,3%)
PGSD KAMPUS CIBIRU– UPI (30,3%)
PGPAUD KAMPUS CIBIRU– UPI (32,5%)
PGSD KAMPUS SUMEDANG– UPI (28,3%)
PGSD KAMPUS PURWAKARTA– UPI (26,3%)
PGSD KAMPUS TASIKMALAYA– UPI (27,3%)
PGSD KAMPUS SERANG– UPI (27,1%)
PGSD KAMPUS BUMI SILIWANGI– UPI (29,3%)
PGPAUD KAMPUS BUMI SILIWANGI– UPI (29,8%)
ILMU KOMUNIKASI– UPI (24,3%)
Posted By:
allandia
Passing Grade SBMPTN 2014
Daftar Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Tahun 2014
Daftar Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Tahun 2013 - Perguruan Tinggi Negeri 2013 - Informasi yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini yaitu mengenai Beberapa daftar Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Negara Indonesia ini, dari mulai UNIVERSITAS, INSTITUT, POLITEKNIK, AKADEMI, yang sangat favorit menjadi incaran-incaran para lulusan Sekolah Menengah Atas/SMA , Sekolah Menengah Kejuruan/SMK, Madrasah Aliyah/MA, setelah mereka lulus nanti, karena berpredikat perguruan tinggi negeri.
berikut dibawah ini data-data Daftar perguruan Tinggi Negeri di Indonesia tahun periode 2013 Sekarang menurut data Universitas serta lokasi Kota letak Universitasnya:
UNIVERSITAS
1. Universitas Airlangga - UNAIR-Surabaya
2. Universitas Andalas - UNAND-Padang
3. Universitas Bengkulu - UNIB-Bengkulu
4. Universitas Brawijaya - UNIBRAW-Malang
5. Universitas Cenderawasih - UNCEN-Jayapura
6. Universitas Diponegoro - UNDIP-Semarang
7. Universitas Gadjah Mada - UGM-Yogyakarta
8. Universitas Haluoleo - UNHALU-Kendari
9. Universitas Hasanuddin - UNHAS-Makassar
10. Universitas Indonesia - UI-Jakarta
11. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin-Makassar
12. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang-Malang
13. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim-Pekanbaru
14. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati-Bandung
15. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga-Yogyakarta
16. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah-Jakarta
17. Universitas Jambi - UNJA-Jambi
18. Universitas Jenderal Soedirman - UNSOED-Purwokerto
19. Universitas Khairun Ternate-Ternate
20. Universitas Lambung Mangkurat - UNLAM-Banjarmasin
21. Universitas Lampung - UNILA-Bandar Lampung
22. Universitas Malikussaleh-Lhokseumawe
23. Universitas Mataram-Mataram
24. Universitas Mulawarman - UNMUL-Samarinda
25. Universitas Negeri Gorontalo - UNG-Gorontalo
26. Universitas Negeri Jakarta - UNJ-Jakarta
27. Universitas Negeri Jember - UNEJ-Jember
28. Universitas Negeri Makassar - UNM-Makassar
29. Universitas Negeri Malang - UNM-Malang
30. Universitas Negeri Manado - UNIMA-Tondano
31. Universitas Negeri Medan - UNIMED-Medan
32. Universitas Negeri Padang - UNP-Padang
33. Universitas Negeri Papua - UNIPA-Manokwari
34. Universitas Negeri Sebelas Maret - UNS-Surakarta
35. Universitas Negeri Semarang - UNNES-Semarang
36. Universitas Negeri Surabaya - UNESA-Surabaya
37. Universitas Negeri Yogyakarta - UNY-Yogyakarta
38. Universitas Nusa Cendana - UNDANA-Kupang
39. Universitas Padjadjaran - UNPAD-Bandung
40. Universitas Palangkaraya - UPR-Palangka Raya
41. Universitas Pattimura-Ambon
42. Universitas Pendidikan Ganesha-Singaraja
43. Universitas Pendidikan Indonesia - UPI-Bandung
44. Universitas Riau - UNRI-Pekanbaru
45. Universitas Sam Ratulangi - UNSRAT-Manado
46. Universitas Sriwijaya - UNSRI-Palembang
47. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa - UNTIRTA-Serang
48. Universitas Sumatera Utara - USU-Medan
49. Universitas Syiah Kuala - UNSYIAH-Banda Aceh
50. Universitas Tadulako - UNTAD-Palu
51. Universitas Tanjungpura - UNTAN-Pontianak
52. Universitas Terbuka - UT-Tangerang
53. Universitas Trunojoyo Madura-Bangkalan
54. Universitas Udayana - UNUD-Denpasar
INSTITUT
1. IPB - Institut Pertanian Bogor - Bogor
2. ITB - Institut Teknologi Bandung - Bandung
3. ITS - Institut Teknologi Sepuluh Nopember -Surabaya
4. IAIN Antasari-Banjarmasin
5. IAIN Ar-Raniry-Banda Aceh
6. IAIN Imam Bonjol-Padang
7. IAIN Mataram-Mataram
8. IAIN Raden Fatah-Palembang
9. IAIN Raden Intan-Bandar Lampung
10. IAIN Sultan Amai-Gorontalo
11. IAIN Sunan Ampel-Surabaya
12. IAIN Walisongo-Semarang
13. IAIN Sultan Maulana Hasanuddin-Serang
14. IAIN Sultan Thaha Saifuddin-Jambi
15. IAIN Sumatera Utara-Medan
16. Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar-Denpasar
17. Institut Ilmu Pemerintahan - IIP-Jakarta
18. Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar-Denpasar
19. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta-Yogyakarta
SEKOLAH TINGGI
1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara - STAN-Jakarta
2. Sekolah Tinggi Hukum Militer - STHM-Jakarta
3. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - Bandung-Bandung
4. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi- LAN Jakarta-Jakarta
5. Sekolah Tinggi Ilmu Adm. - Ujung Pandang-Makassar
6. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian PTIK-Jakarta
7. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran - STIP-Jakarta
8. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik - STIS-Jakarta
9. Sekolah Tinggi Manajemen Industri - STMI-Jakarta
10. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia - STPI-Jakarta
11. Sekolah Tinggi Perikanan - STP-Jakarta
12. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional - STPN-Yogyakarta
13. Sekolah Tinggi Sandi Negara - STSN -Bogor
14. Sekolah Tinggi Seni Indonesia - STSI- Bandung-Bandung
15. Sekolah Tinggi Seni Indonesia - Padang Panjang -Padangpanjang
16. Sekolah Tinggi Seni Indonesia - STSI -Surakarta -Surakarta
17. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - STTN-Yogyakarta
18. Sekolah Tinggi Transportasi Darat - STTD-Bekasi
19. ST. Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Puja-Mataram
20. ST. Agama Hindu Negeri Tampung Peyang-Palangka Raya
21. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Denpasar-Denpasar
22. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Jayapura-Jayapura
23. ST. A Kristen Negeri (STAKN) Palangkaraya-Palangka Raya
24. ST. Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja-Tana Toraja
25. ST. Agama Kristen Protestan Negeri Ambon-Ambon
26. ST. Agama Kristen Protestan Negeri Tarutung-Tarutung
27. ST. Kesejahteraan Sosial - STKS - Bandung-Bandung
28. ST. Pemerintahan Dalam Negeri - STPDN-Sumedang
29. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Bogor-Bogor
30. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Gowa-Gowa-Sulsel
31. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Magelang-Magelang
32. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Magelang DIY -Yogyakarta
33. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Malang Lawang-Malang
34. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Manokwari-Manokwari
35. ST. Penyuluhan Pertanian (STTP) Medan-Medan
36. STAIN Al-Fatah-Jayapura
37. STAIN Ambon-Ambon
38. STAIN Batusangkar-Batusangkar
39. STAIN Bengkulu-Bengkulu
40. STAIN Cirebon-Cirebon
41. STAIN Curup-Rejang Lebong
42. STAIN Datokarama-Palu
43. STAIN Jember-Jember
44. STAIN Jurai Siwo-Kota Metro
45. STAIN Kediri-Kediri
46. STAIN Kerinci Sungai Penuh-Kerinci
47. STAIN Kudus-Kudus
48. STAIN Malikusshaleh -Lhokseumawe
49. STAIN Manado-Manado
50. STAIN Padang Sidempuan-Tapanuli Selatan
51. STAIN Palangkaraya-Palangka Raya
52. STAIN Palopo-Palopo
53. STAIN Pamekasan-Pamekasan
54. STAIN Pare Pare-Pare-pare
55. STAIN Pekalongan-Pekalongan
56. STAIN Ponorogo-Ponorogo
57. STAIN Pontianak-Pontianak
58. STAIN Prof.Dr.H.Mahmud Yunus-Tanah Datar
59. STAIN Purwokerto-Purwokerto
60. STAIN Salatiga-Salatiga
61. STAIN Samarinda-Samarinda
62. STAIN Sjech M. Djambek -Bukit Tinggi
63. STAIN Sultan Qaimuddin-Kendari
64. STAIN Surakarta-Sukoharjo
65. STAIN Syekh Abdurrahman Siddik-Bangkabelitung
66. STAIN Ternate-Ternate
67. STAIN Tulungagung-Tulungagung
68. STAIN Watampone-Bone
POLITEKNIK
1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-Surabaya
2. Politeknik Ilmu Pelayaran Makasar-Makassar
3. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang-Semarang
4. Politeknik Kesehatan Banda Aceh-Banda Aceh
5. Politeknik Kesehatan Bandung-Bandung
6. Politeknik Kesehatan Banjarmasin-Banjarmasin
7. Politeknik Kesehatan Denpasar-Denpasar
8. Politeknik Kesehatan Jakarta I-Jakarta
9. Politeknik Kesehatan Jakarta II-Jakarta
10. Politeknik Kesehatan Jambi -Jambi
11. Politeknik Kesehatan Lampung-Bandar Lampung
12. Politeknik Kesehatan Makassar-Makassar
13. Politeknik Kesehatan Malang-Malang
14. Politeknik Kesehatan Manado-Manado
15. Politeknik Kesehatan Medan-Medan
16. Politeknik Kesehatan Padang-Padang
17. Politeknik Kesehatan Palembang-Palembang
18. Politeknik Kesehatan Semarang-Semarang
19. Politeknik Kesehatan Surabaya-Surabaya
20. Politeknik Kesehatan Surakarta-Surakarta
21. Politeknik Kesehatan Yogyakarta-Yogyakarta
22. Politeknik Manufaktur Bandung-Bandung
23. Politeknik Negeri Ambon-Ambon
24. Politeknik Negeri Bali-Badung
25. Politeknik Negeri Bandung-Bandung
26. Politeknik Negeri Banjarmasin-Banjarmasin
27. Politeknik Negeri Jakarta-Depok
28. Politeknik Negeri Jember-Jember
29. Politeknik Negeri Kupang-Kupang
30. Politeknik Negeri Lampung-Bandar Lampung
31. Politeknik Negeri Lhokseumawe-Lhokseumawe
32. Politeknik Negeri Makasar-Makassar
33. Politeknik Negeri Malang-Malang
34. Politeknik Negeri Manado-Manado
35. Politeknik Negeri Medan-Medan
36. Politeknik Negeri Padang-Padang
37. Politeknik Negeri Pontianak-Pontianak
38. Politeknik Negeri Samarinda-Samarinda
39. Politeknik Negeri Semarang-Semarang
40. Politeknik Negeri Sriwijaya-Palembang
41. Politeknik Perikanan Negeri Tual -Tual
42. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya-Surabaya
43. Politeknik Pertanian Negeri Jember-Jember
44. Politeknik Pertanian Negeri Kupang-Kupang
45. Politeknik Pertanian Negeri Lampung-Bandar Lampung
46. Politeknik Pertanian Negeri Pangkep-Pangkep
47. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh-Payakumbuh
48. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda-Samarinda
AKADEMI
1. Akademi Kimia Analis - AKA-Bogor
2. Akademi Meteorologi dan Geofisika - AMG-Tangerang
3. Akademi Imigrasi - AIM-Depok
4. Akademi Ilmu Pemasyarakatan - AKIP-Depok
5. Akademi Angkatan Udara - AAU - (AKABRI)-Yogyakarta
6. Akademi Militer TNI AD - AKMIL -(AKABRI) -Magelang
7. Akademi Angkatan Laut - AAL - (AKABRI)-Surabaya
8. Akademi Kepolisian - AKPOL - (AKABRI)-Semarang
9. Akademi Minyak dan Gas Bumi - AMGB -Cepu-Blora
10. Akademi Pimpinan Perusahaan - APP-Jakarta
11. Akademi Teknologi Kulit - ATK-Yogyakarta
12. A.Teknik Keselamatan Penerbangan Makasar-Makassar
13. A. Tek. Kes. Penerbangan - ATKP - Medan-Medan
14. ATKP - Surabaya-Surabaya
15. A. Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan - ASKK-Purwokerto
Langganan:
Postingan (Atom)




