Translate

Tampilkan postingan dengan label KIMIA SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA SMA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Sifat – Sifat Alkena

1) Sifat Fisis Titik leleh dan titik didih alkena hampir sama dengan alkana yang sesuai. Pada suhu kamar, suku-suku rendah berwujud gas, suku- suku sedang berwujud cair, dan suku – suku tinggi berwujud padat. 2) Reaksi-reaksi Alkena Alkena jauh lebih reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap. Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi-reaksi alkena sebagai berikut. a) Reaksi Adisi (penambahan atau penjenuhan) Reaksi adisi, yaitu pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara mengikat atom lain. Zat-zat yang dapat mengadisi alkena adalah: (1) Gas hidrogen (H2) CH2 = CH2+ H2 etana CH3– CH3 etena (2) Halogen (F2, Cl2, Br2, dan I2) CH2 = CH – CH3 + Br2 Propena
(3) Asam halida (HCl, HBr, HF, dan HI)
Jika alkena menangkap asam halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H dari asam halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang telah memiliki atom H lebih banyak. Contoh: Propena
2–kloropropena b) Reaksi Pembakaran (oksidasi dengan oksigen) Pembakaran sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O. C2H4 + 3 O2 2 CO2 + 2 H2O Pembakaran tidak sempurna alkena menghasilkan CO dan H2O. C2H4 + 2 O2 2 CO + 2 H2O c) Reaksi Polimerisasi Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul molekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer). Contoh: Polimerisasi etena menjadi polietena n CH2 = CH2 -> – CH2 – CH2– -> [– CH2 – CH2 –]n

Rumus Umum, Gugus Alkil, dan Tata Nama Alkana

Rumus Umum Alkana Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal. Senyawa alkana mempunyai rumus : CnH2n + 2 (JamesE. Brady) Nama-nama sepuluh alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 10 terdapat pada tabel 5.1. Hal ini merupakan dasar nama-nama seluruh senyawa organik. Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama 1 CH4 Metana 2 C2H6 Etana 3 C3H8 Propana 4 C4H10 Butana 5 C5H12 Pentana 6 C6H14 Heksana 7 C7H16 Heptana 8 C8H18 Oktana 9 C9H20 Nonana 10 C10H22 Dekana Gugus Alkil Gugus alkil adalah alkana yang telah kehilangan satu atom H. Gugus alkil ini dapat dituliskan dengan menggunakan rumus: CnH2n + 1 Dengan menggantikan satu atom H, maka namanya juga akan berubah dari metana menjadi metil. Berikut ini beberapa gugus alkil yang biasa digunakan. Rumus Nama Alkil CH3 – Metil C2H5 – Etil C3H7 – Propil C4H9 – Butil
Gugus metil dan gugus etil masing-masing hanya sejenis, yaitu:
Gugus propil ada dua jenis, yaitu:
Sedangkan gugus butil ada empat jenis, yaitu: Tata Nama Alkana Dalam pemberian nama alkana ini akan sangat sulit jika hanya menggunakan tata nama alkana biasa (metana s.d. dekana, untuk C1 –C10). Hal ini disebabkan adanya isomer-isomer dalam alkana, sehingga perlu adanya nama-nama khusus. Misalnya, awalan normal digunakan untuk rantai lurus, sedangkan awalan iso untuk isomer yang mempunyai satu cabang CH3 yang terikat pada atom karbon nomor dua. Padahal sangat sulit bagi kita untuk memberikan nama pada rantai karbon yang mempunyai banyak sekali isomer. Oleh karena itu, perhimpunan kimiawan internasional pada pertemuan di Jenewa pada tahun 1892 telah merumuskan aturan penamaan senyawa kimia. Tata nama yang mereka rumuskan itu terkenal dengan tata nama IUPAC (International Unionof Pure and Applied Chemistry). Nama yang diturunkan dengan aturan ini disebut nama sistematik atau nama IUPAC, sedangkan nama yang sudah biasa digunakan sebelum tata nama IUPAC tetap digunakan dan disebut dengan nama biasa atau nama trivial.

Sabtu, 08 Februari 2014

Laporan Halo Alkana

TUGAS KIMIA HALOALKANA (ALKIL HALIDA) Nama : ALANDIA Kelas : XII IPA 2 Absen : 01 HALOALKANA Haloalkana disebut juga alkil halida. Haloalkana merupakan senyawa karbon yang mengandung halogen. Atom halogen ini menggantikan posisi atom hidrogen. Haloalkana mempunyai rumus struktur yang sama dengan alkana, hanya satu atau lebih atom H-nya diganti dengan atom halogen (X = F,Cl,Br,I). Haloalkana dapat mengalami reaksi hidrolisis menjadi alkohol. 1. Struktur Haloalkana Struktur umum haloalkana adalah R-X dengan R adalah gugus alkil (R=CnH2n+1) dan X adalah atom halogen (X=F,Cl,Br,I) Contoh : - CH3 Cl (kloro metana) -CH3 CH2 Cl (kloro etana) -CH3 CH2 Br (bromo etana) -CH2Cl2 (dikloro metana) 2. Isomer Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama, tetapi susunan atom-atomnya berbeda. Ada beberapa macam isomer, seperti isomer posisi, isomer struktur, isomer fungsional, dan isomer cistrans. Haloalkana memiliki isomer posisi dan isomer struktural. Perhatikan struktur haloalkana berikut. struktur haloalkana struktur haloalkana Kedua senyawa itu memiliki rumus molekul sama, yakni C3H7Cl, tetapi posisi atom klorin berbeda. Pada 1–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 1, sedangkan pada 2–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 2. Kedua senyawa ini dikatakan berisomer satu sama lain, yaitu isomer posisi. Isomer struktur menyatakan perbedaan struktur dari senyawa haloalkana yang memiliki rumus molekul sama Perhatikan struktur molekul berikut dengan rumus molekul sama, yakni C4H9Cl. Struktur halobutana Struktur halobutana Ketiga senyawa itu tergolong halobutana, tetapi berbeda strukturnya. Oleh karena itu, ketiga senyawa tersebut berisomer struktur (senyawa dengan rumus molekul sama, tetapi berbeda struktur molekulnya). Disamping itu, 1–klorobutana dan 2–klorobutana berisomer posisi. 3. Rumus Umum Haloalkana Haloalka memiliki rumus umum CnH2n+1X 4. Tata Nama Haloalkana Tata nama haloalkana diklompokan menjadi dua yaitu. a) Tata nama IUPAC Haloalkana merupakan nama IUPAC. Sedangkan urutan penamaanya sebagai berikut: 1) Menentukan rantai induk, yaitu rantai atom terpanjan yang mengandung atom hydrogen (X = F,Cl,Br,I) 2) Member nomor. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai sedemikian sehingga posisi atom halogen mendapatkan nomor terkecil. Jika terdapat lebih dari satu atom halogen, maka prioritas penomoran berdasarkan kereaktifannya, yaitu F,Cl,Br,I. 3) Gugus alkali sebagai rantai induk dan atom halogen sebagai cabang Contoh : CH3 CH2 Cl (1-kloroetana) CH2 CH2 (1,2-dikloroetana) Cl Cl CH2 CH2 (1-bromo-2-kloroetana) Cl Br b) Tata nama TRIVAL(lazim) Nama lazim monohaloalkana adalah alkilhalida Contoh : CH3 CH2 Cl (metilklorida) CH3 CH CH3 (isopropilbromida) Br 5. Sifat fisika dan kimia a. Sifat Fisika Haloalkana 1) Senyawa haloalkana tidak membentuk ikatan hidrogen. 2) Sukar larut dalam air dan mudah larut daam oelarut organik. 3) Empunyai titik didih dan titik leleh lebih tinggi dari alkana yang mempunyai jumlah atom C yang sama. Hal ini disebabkan adanya penggantian atom hidrogen dengan atom halogen yang mempunyai massa atom lebih besar daripada hidrogen. 4) Suhu rendah berwujud gas, suhu tengah berwujud cair, dan suhu tinggi berwujud padat. b. Sifat Kimia Haloalkana 1) Haloalkana mengalami reaksi substitusi dengan suatu basa membentuk alkohol. 2) Haloalkana mengalami reaksi eliminasi dengan pereaksi basa kuat. 3) Haloalkana bereaksi dengan logam natrium akan menghasilkan alkana. Reaksi ini disebut Sintesis Wart. 4) Haloalkana + magnesium menghasilkan Pereaksi Grignard. Jika larutan alkil dalam eter kering dikocok dengan serbuk magnesium, maka akan terjadi pereaksi Grignard 6. Kegunaan Haloalkana a) Sebagai pelaru non polar. Banyak senyawa halo alkana yang digunakan sebagai pelarut nonpolar CCl4, CHCl3, C2H3Cl3. Pelarut ini bersifat racun sehingga jangan sampai terhirup. b) Kloroform (CHCl3) digunakan sebagai obat bius atau pemati rasa(anestesi) yang kuat. Sehingga dapat merusak hati. c) C2H5Cl(kloroetana) digunakan sebagai anestesi lokal(pemati rasa lokal). Ini digunakan pada pemain sepak bola dengan cara disemprotkan pada daerah yang sakit. d) Feron (dikloro difluoro metana) digunakan sebagai pendorong produksi aerosol. Feron juga banyak digunakan sebagai gas pendingin AC(air conditioned), lemari es, dan lain-lain. e) CH3Cl digunakan sebagai zat fumigant. Feron dan metal klorida dapat merusak ozon sehingga dapat membahayakan lingkungan. f) C3H5Br2Cl (1,1-dibromo-1-kloropropana) digunakan sebagai isektisida petani. Hanya saja zat ini dapat menimbulkan kemandulan pada buruh tani. g) DDT (dikloro difenil trikloro metana) ini digunakan sebagai insektisida. Akan tetapi zat ini sukar sekali terurai, sehingga masih ada dalam sayuran dan hewan ternak yang memakan rumput yang di semprotkan DDT. Akibatnya dapat menimbulkan keracunan. h) C2H4Br2 (1,2-dibromo etana) digunakan sebagai aditif pada bensin yang menggunakan TEL(Tetra Ethyl Lead), Pb(C2H5). Zat ini mengubah timbale menjadi timbale bromida dan akan menguap keluar dari kenalpot. i) Iodoform (CHI3). Iodoform berwujud padat pada suhu kamar, berwarna kuning, dan mempunyai bau yang khas. Iodoform sering digunakan sebagai antiseptik. j) Tetraklorokarbon (CCl4). Karbon tetraklorida merupakan zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air. Uap CCl4 tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Selain itu, juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak. k) Sebagai pemadam api, alkana terhalogenasi sempurna seperti karbon tetraklorida, CCl4, bromokloridifluorometana (dikenal dengan nama BCF) dapat memadamkan api. Akan tetapi pada suhu tinggi CCl4 dapat bereaksi dengan uap air membentuk fosgen (COCl2), suatu gas yang sangat beracun. BCF juga dapat merusak ozon dilapisan stratosfir, sehingga penggunaan bahan-bahan tersebut dilarang.
Follow Us

About Us

Advertisment

Like Us

© Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan .welcome in my blog:) ALANDIA All rights reserved | Theme Designed by allaandia Bloggera Templates